Hati orang tua mana yang tak hancur melihat bayinya harus berjuang sejak usia begitu dini. Bayi Siti yang baru berusia 3 bulan terlahir dengan kondisi usus berada di luar perut dan bibir sumbing yang diketahui saat akan melahirkan. Kondisi ususnya sempat ditangani dengan memasukkan sebagian usus ke dinding perut, namun penanganan lanjutan masih dibutuhkan. Sementara bibir sumbing Siti hingga kini belum mendapatkan penanganan, dan pengobatannya sudah terhenti selama sekitar satu bulan karena keterbatasan biaya.

Di tengah kondisi tersebut, Bu Mulyani harus kuat menghadapi berbagai perkataan dari lingkungan sekitar sambil merawat Siti sepenuh hati. Sang ayah berjuang mencari nafkah sebagai pedagang mie ayam di Cakung, Jakarta, dan hanya bisa membawa pulang sekitar Rp20–30 ribu ketika dagangannya ramai. Ia bahkan terkadang baru bisa pulang sebulan sekali jika memiliki ongkos. “Sehari cuma dapat Rp20–30 ribu, tapi tetap saya syukuri, yang penting Siti bisa minum susu dan kami bisa terus berusaha.” Jarak dari rumah mereka di pelosok Kabupaten Bandung Barat menuju tempat pengobatan juga menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga yang serba terbatas.
Kini, orang tua Siti berharap ada #KawanKebaikan yang bersedia membantu agar buah hati mereka kembali mendapatkan akses pengobatan dan perawatan yang layak. Donasi yang terkumpul dapat membantu memenuhi kebutuhan pengobatan, transportasi menuju fasilitas kesehatan, susu, serta kebutuhan harian Siti selama menjalani perawatan. Mari jangan biarkan keterbatasan biaya membuat pengobatan Siti kembali terhenti. Ulurkan bantuan terbaikmu sekarang dan bantu Siti mendapatkan kesempatan untuk tumbuh sehat.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |