Di usia 6 tahun, Muhammad Givar Muholik harus menjalani hidup yang jauh berbeda dari anak-anak seusianya. Sejak lahir, Givar mengalami kelainan pada matanya yang kemudian didiagnosis sebagai glaukoma. Keterbatasan ekonomi membuat pengobatannya sempat tertunda hingga kondisi matanya semakin memburuk. Setelah melalui berbagai pemeriksaan dan perjuangan panjang, salah satu mata Givar akhirnya harus diangkat karena sudah tidak dapat diselamatkan. Kini, Givar hanya bisa melihat dengan satu mata yang tersisa.

Namun cobaan Givar belum berakhir. Mata satu-satunya yang masih berfungsi kini mulai menonjol dan terancam mengalami kerusakan serius. Rasa gatal yang terus muncul membuat Givar sering menggaruk matanya tanpa sadar, bahkan saat tertidur. Sang ayah yang bekerja sebagai buruh tani hanya mampu memperoleh penghasilan sekitar Rp60 ribu saat ada pekerjaan, sementara biaya pengobatan dan kebutuhan mata palsu yang sesuai dengan kondisi Givar mencapai jutaan rupiah. Hutang pengobatan sebelumnya pun belum lunas hingga keluarga kesulitan mencari bantuan lagi. Yang paling menyayat hati, Givar sering meminta kepada ayahnya agar bisa sekolah seperti anak-anak lain, namun sang ayah hanya mampu berkata, "Nanti kalau Givar sudah sembuh, ya Nak."
Melalui program ini, kami mengajak #KawanKebaikan untuk membantu perjuangan Givar mendapatkan pengobatan yang dibutuhkannya. Donasi yang terkumpul akan digunakan untuk biaya kontrol, pemeriksaan lanjutan, kebutuhan mata palsu, transportasi pengobatan, serta kebutuhan hidup selama proses perawatan. Mari hadir menjadi harapan bagi Givar agar mata yang tersisa dapat diselamatkan dan ia memiliki kesempatan untuk melihat dunia, belajar, serta meraih cita-citanya. Klik tombol donasi sekarang dan bantu Givar melanjutkan perjuangannya.
Legalitas
| Nama | : | Yayasan Bantu Beramal Bersama |
| Izin KEMENKUMHAM | : | AHU-0009568.AH.01.04.Tahun 2024 |
| Izin Kemenkeu (NPWP) | : | 19.875.390.7-542.000 |
| Izin NIB | : | 2706240049522 |
| Izin Domisili | : | 140/IV/2023 |
| Izin Dinsos | : | 846/564 |